Tampilkan postingan dengan label Cara menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara menulis. Tampilkan semua postingan

4 Apr 2013

Teknis Pembacaan Cerpen, Hubungan Latar dengan Realitas Sosial, dan Menulis Kembali Cerpen yang Telah Dibaca

by: Ichwan Arif, S.S.


1.  Menanggapi Cara Pembacaan Cerpen

Anda tentu sudah pernah membaca cerpen atau cerita pendek. Pernahkan anda  menonton acara pembacaan cerpen? Bagaimanakah cara pembacaannya? Apakah lafal dan intonasi yang dibaca sudah tepat? Dapatkah kamu memahami isi cerpen tersebut?
Cerpen merupakan ragam cerita rekaan yang terdiri atas kurang lebih 10.000 kata, habis dibaca dengan sekali duduk, dan memberikan kesan tunggal dari konflik dominan. Cerita terpusat pada satu tokoh dalam satu situasi tertentu serta tidak ada perubahan nasib pada pelaku.

Ciri-ciri cerpen antara lain:
1. panjang cerita tidak lebih dari 10.000 kata,
2. mengandung satu gagasan utama,
3. menyajikan kejadian yang paling menarik, dan
4. berakhir dengan penyelesaian.

Untuk memahami isi cerpen dengan tepat, cerpen harus dibaca dengan interpretasi yang tepat. Selain itu, intonasi, artikulasi, dan pelafalan berperan penting agar pendengar dapat dengan mudah menangkap dan memahami isi cerita pendek. Penggunaaan gestur (gerak tubuh) yang tepat akan mendukung pemahaman pembacaan tersebut.

1 Feb 2013

Teknik Wawancara dan Menulis hasil Wawancara menjadi Berita


by: Ichwan Arif, S.S.

1.  Menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan seorang tokoh/narasumber yang disampaikan dalam wawancara

Opini adalah perkiraan, pikiran, atau anggapan tentang suatu hal. Pendapat orang mengenaii suatu hal. Pendapat dapat berupa saran, kritik, tanggapan, harapan, nasihat, atau ajakan. Opini yaitu pendapat yang belum pasti, belum nyata belum terjadi tanpa ditandai dengan bukti nyata.
Hal yang perlu diperhatikan dalam menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan seorang tokoh/narasumber yang disampaikan dalam wawancara, antara lain:
1.        Dengarkan dengan baik wawancara antara narasumber dan pewawancara
2.        Catatlah pendapat dari narasumber terkait dengan tema yang diangkat dalam wawancara
3.     Setelah beberapa pendapat dari narasumber sudah ditulis, kita harus menyimpulkan pendapat tersebut dengan baik

Hal yang perlu dipersiapan dalam melakukan wawancara, antara lain:
1.  Tentukan topik wawancara
2.  Menentukan narasumber yang akan diwawancarai
3.  Membuat pertanyaan wawancara à menggunakan konsep 5W + 1 H
4.  Mengkaji ulang pertanyaan-pertanyaan sebelum melakukan kegiatan wawancara

Teknis Menulis Pantun dan Memo

by: Ichwan Arif, S.S.


     A.  Menulis Pantun sesuai dengan Syarat Pantun
      Pengetian
Pantun adalah puisi lama yang disenandungkan dan digunakan sebagai bahasa     pengantar atau bahasa pergaulan. Pantun merupakan salah satu karya sastra Melayu.Pantun pada mulanyamerupakan sastra lisan. Namun, sekarang dijumpai juga pantun tertulis.Kata pantun mempunyai arti ucapan yang teratur, pengarahan yang mendidik. Pantun juga dapat berarti sindiran.Bahkan sampai sekarang masih dinyanyikan, seperti dalam acara perkawinan di Betawi.
Dalam kesusastraan Indonesia, pantun kali pertama muncul dalam "Sejarah Melayu" dan hikayat-hikayat popular yang sezaman. Pantun dikenal di berbagai daerah, namun dengan nama yang berbeda. Di Jawa Tengah dikenal dengan parikan, di Toraja dikenal bolingoni, di Jawa Barat dapat ditemukan pantun dalam bentuk nyanyian doger, di Surabaya ludruk, di Banjarmasin tirik dan ahui, gandrung diBanyuwangi, dan di Makassar kelong-kelong. Selain merupakan ungkapan perasaan, pantun dipakai untuk menghibur orang.

Bentuk
Lazimnya, pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan).  Salah satu keindahan bahasa dalam sebuah pantun ditandai oleh rima a - b - a – b atau  a -a - b – b. Rima/sajak adalah persamaan bunyi akhir. Pantung adalah puisi lama yang terikat oleh aturan

Syarat
Dalam menulis puisi, kita harus mengetahui syarat penulisannya. Antara lain:
a.  Satu bait terdiri atas empat baris. 
b.  Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi.
c.  Setiap baris terdiri atas 8 - 12 suku kata.
d.  Rima akhir berpola a - b - a – b atau a – a – b - b

Macam
Pantun memiliki beberapa jenis. Antara lain, pantun muda mudi, jenaka, teka-teki, nasihat, agama, percintaan, orang tua, dll.

Contoh:
Pantun Agama
Sayang-sayang buah kepayang
Buah kepayang hendak dimakan
Manusia hanya boleh merancang
Kuasa Allah menentukan

Pantun Jenaka
Jalan-jalan bersama kakak
Ditengah jalan lihat kepompong
Aku tertawa terbahak-bahak
Melihat kucing makan kedongdong

Pantun Teka-Teki
Kalau tuan bawa keladi
Bawakan juga si pucuk rebung
Kalau tuan bijak bestari
Binatang apa tanduk dihidung ?

B.  Menulis Pesan Singkat sesuai dengan Isi dengan Menggunakan Kalimat Efektif

1.      Memo
Adalah kependekan dari memorandum yang berarti bentuk komunikasi yang berisi saran, arahan, penerangan. Isi memo biasanya berisi perintah, pernyataan, pemberian informasi
Ciri bahasa Memo adalah: singkat, jelas, dan bermakna lugas
 Contoh:
Pemberitahuan kepada Bapak Yordan bahwa ia akan menerima penghargaan dari Dinas kebersihan atas Kedisiplinnya menjalankan tugas sebagai sopir angkutan umum yang akan diadakan pada,
hari                     : Kamis
tanggal              : 7 Juli 2008
bukul                  : 10.00 WIB
tempat              : Gedung Serba Guna

 
Perubahan bahasa surat menjadi bahasa memo

Harap saudara datang untuk mengadiri penghargaan, Kamis, 7 Juli 2008 pukul 10.00 WIB di Gedung Serba Guna.







 

Teknis Menulis Puisi yang Baik


 by: Ichwan Arif, S.S.

Cara Membuat Puisi Yang Baik dan Benar
Membuat puisi sepertinya gampang gampang saja namun ternyata banyak yang harus di perhatikan agar puisi itu sendiri hidup saat di baca, mempunyai alur dan makna yang jelas, bahkan sang pembaca bisa terhanyut dan terbawa kedalamnya.
Berikut Cara membuat puisi:
1.   Pencarian ide, carilah ide seperti judul yang menurut kamu bagus atau judul yang sesuai dengan kondisi, situasi kamu saat ini, biasanya akan lebih gampang merangkai kata nantinya.
2.  Penulisan, penulisan harus tepat posisi tempat hingga kata-kata dapat tersusun dengan benar.
3.  Perbaikan atau Revisi, yang di maksud adalah perbaikan setelah puisi sudah selesai di buat. Adakah kata-kata yang perlu kamu ubah atau susunan kalimatnya.

A.  Menulis Kreatif Puisi Berkenaan dengan Keindahan Alam
Imajinasi siswa harus harus bisa merekam perasaan pengalaman tentang keindahan alam. Keindahan alam yang pernah dilihat atau dialami sendiri harus bisa dilukiskan dalam bentuk baik-baik puisi dengan baik. Tanpa menghilangkan faktor estetika, seseorang harus mampu menuangkan baris-baris puisi dengan tema keindahan alam.

B.  Menulis Kreatif Puisi Berkenaan dengan Peristiwa yang Pernah Dialami
Pengalaman seseorang akan menjadi bahan dasar dalam penulisan puisi. Dari gambaran pengalaman, baik yang mengharukan, menyedihan, galau, menyenangkan, dan menggembirakan, seseorang harus mampu menggambarkan  menjadi baris-baris puisi.

C.  Membaca Indah Puisi dengan Menggunakan Irama, Volume Suara, Mimik, Kinesik yang Sesuai dengan Isi Puisi
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membaca puisi antara lain sebagai berikut.
·   Irama, yaitu tinggi rendah suara dalam membaca setiap baris dan larik puisi.
·   Volume suara, yaitu keras lembut dan kuat lemahnya suara ketika membaca puisi.
·   Mimik, yaitu ekspresi atau perubahan ekspresi wajah sesuai dengan suasana dalam puisi yang dibaca.
·    Kinesik, yaitu gerak tangan atau wajah sesuai dengan isi puisi.